Wortel termasuk makanan favorit anak. Selain warnanya terang, rasanya cukup manis. Yang pasti, ada bonusnya berupa beta-karoten yang berlimpah ruah, sehingga wortel memang benar-benar menyehatkan.
Selain itu, sebagai antioksidan, beta-karoten diubah menjadi vitamin A dalam tubuh dan vitamin ini penting untuk pertumbuhan si kecil. Sebenarnya, apa saja manfaat dari wortel?
- Membantu penglihatan. Vitamin A diubah menjadi pigmen berwarna ungu dalam retina, yang esensial untuk melihat lampu yang remang-remang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 1,4 juta anak di dunia mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamin A. Jadi, nutrisi ini memang sangat penting untuk penglihatan (terutama untuk melihat kegelapan).
- Meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin A membuat kulit dan sel-sel sepanjang saluran napas, sistem pencernaan dan saluran kemih tetap sehat. Semua ini merupakan ujung tombak pertahanan tubuh terhadap infeksi. Bahkan, kekurangan vitamin A yang ringan sekalipun pada anak erat kaitannya terhadap tingginya angka penyakit saluran pernapasan dan diare.
- Melegakan pernapasan. Wortel bisa mencegah asma pada anak, khususnya yang selalu dikelilingi perokok. Studi pada anak usia 4-16 tahun menemukan, asupan beta-karoten yang oke akan mengurangi serangan asma hingga 10% bila ia berada di lingkungan bebas rokok, serta 40% jika menjadi perokok pasif alias menghisap asap rokok orang lain.
Richard Baybutt, rekanan profesor nutrisi di Kansas University menemukan hal yang mengejutkan. Ternyata, zat beracun yang umum ada dalam asap rokok, yakni benzo(a)pyrene, memicu terjadinya kekurangan vitamin A.
Jadi, anak yang menjadi perokok pasif perlu lebih banyak lagi vitamin ini. Paling baik sih anak mendapat vitamin ini dari makanan sehari-hari. Catatan: Wortel lebih bergizi tinggi jika sedikit dipanaskan ketimbang dalam keadaan mentah. Ini karena vitamin dan mineralnya lebih siap 'berasimilasi'.
Dmitri Smirnov, seorang Imam Besar Katalik Ortodoks menggemparkan ratusan jemaat dengan sebuah khutbah pada pertengahan September 2016 lalu. Dalam khutbahnya Dmitri Smirnov mengatakan bahwa masa depan Rusia akan menjadi milik pemeluk Islam.
"Saksikanlah, Jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dalam satau waktu dan tempat, mereka menempati shaf mereka masing-masing dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus diperintahkan."
"Lalu di mana kalian melihat penganut agama Kristen di seluruh dunia bisa beribadah bersama, dan hal itu sama sekali tidak ada dalam Kristen. Kalian tidak akan pernah melihatnya," ujar Imam Besar Katolik Ortodoks di depan ratusan ribu jemaatnya.
Ribuan pendekar dan masyarakat umum dari seluruh wilayah eks-Karesidenan Kota/Kabupaten Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan Nganjuk Sabtu malam (3/10) hingga Minggu (4/10) berkumpul menyaksikan pertarungan bebas Pencak Dor para pendekar di areal Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada 28 Oktober mendatang. Prakarsa bersama dari Karang Taruna Kabupaten Kediri, Paguyuban Pelestari Budaya Kab Kediri Pencak Dor Kediri, GP Ansor Kab Kediri, Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri, bekerjasama Dengan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kediri.
Turut hadir dalam acara tersebut, kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Dandim 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi, Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Karang Taruna Kab Kediri, R. Yogiantoro, ST, Munasir Huda, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kediri dan juga para sesepuh dan pinisepuh penggiat kesenian pencak dor se-karesidenan Kediri.
Yang menarik dari pagelaran ini dikukuhkannya Kapolres Kediri AKBP, Akhmad Yusep Gunawan dan Dandim 0809, Letkol Inf Purnomosidi, SIP sebagai warga kehormatan pencak Dor Kediri Raya.
Acara seremonial usai, suasana mencekam dan tegang mulai nampak ketika kegiatan ini dimulai. Para pendekar terbaik akan bertarung, adu jotos, tendangan atau bantingan , cekikan yang terkesan liar menjadi suguhan yang menarik . Hanya satu misi yang mereka bawa kehormatan perguruan silat masing-masing.
Pencak dor mulai muncul sejak era - 60 an ini memang sangat di gemari oleh khalayak ramai di Kediri Raya.Tak kurang ratusan bahkan ribuan penonton hadir memadati arena setiap kali acara ini digelar.
Pencak dor sendiri diiniasiasi oleh Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum cucu dari pendiri pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Abdul Karim. Tujuannya adalah terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda.
Pendirian arena pencak dor ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum melihat makin maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri kala itu.
Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban, sifat arogan pemuda yang sulit terkontrol menjadi salah satu penyebabnya.
Sejalan dengan makin maraknya aksi tersebut, maka Gus Maksum mempunyai ide adanya suatu arena untuk bertarung satu lawan satu dengan fair.
Biasanya mereka dipertemukan dalam gelanggap pencak dor ukuran 8 x 4 meter. Gelanggang tersebut mirip ring tinju. Bedannya kalau ring tinju dikelilingi tali, pencak dor tidak. Pagar pembatas arena adalah batang bambu sebagai pembatas tepi untuk pertarungan para pendekar.
Gus Maksum bermaksud pencak dor ini bisa menyelesaikan perselisihan dengan adil tanpa mengurangi rasa persaudaraan, karena dalam pencak dor ini peserta yang bertarung dapat kembali menjalin persaudaraan lagi setelah selesai.
Bahkan ketika usai bertanding mereka bisa saling mengenal lebih dekat dengan lawannya yang ia ajak baku hantam. Tak jarang kadang mereka bertukar pengalaman seputar dunia persilatan dengan canda tawa benar-benar tanpa dendam.
Pencak dor dilahirkan di Pesantren Lirboyo Kediri yang juga pesantren salaf yang berdiri sejak pada 1910 santri. Di era tahun 1960 an juga dikenal sebagai tempat pengkaderan para pendekar silat dari kalangan santri.
Para pendekar ini diasuh oleh almarhum Gus Maksum yang dikenal sakti dan dikenal di kalangan pesilat tanah air . Di pesantren Lirboyo ini pula selain melahirkan santri-santri hebat yang menguasai kitab-kitab klasik kuno juga melahirkan santri yang menguasai ilmu kanuragan dan seni bela diri.
Meski tarung bebas, namu keselamatan tetaplah nomor satu. Salah satunya untuk menjaga keselamatan para peserta, setiap pertandingan dikawal dua orang wasit yang memiliki kemampuan lebih. Tugas mereka adalah melerai mereka yang bertanding jika kondisi tak memungkinkan untuk dilanjutkan pertarungan.
Para wasit benar-benar-benar harus militan, sebab yang mereka wasiti bertarung bebas mengeluarkan jurus yang dimiliki, mulai dari pencak, tinju , karate hingga judo. Para pendekar menggunakan keahlian bela diri masing-masing untuk menjatuhkan lawan.
Kegiatan tarung bebas atau pencak dor ini, lebih merupakan upaya mempertahankan tradisi Pondok Lirboyo, kata Zainal Abidin atau biasa dipanggil Gus Bidin keponakan Gus Maksum yang kini ditunjuk menjadi penerusnya dan sekaligus sebagai Ketua Gabungan Silat Muslimin Indonesia (GASMI).
Tugas Gus Bidin berat, selain Ketua GASMI ia juga ditunjuk mengkoordinir para pendekar yang jumlahnya sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Yang lebih berat lagi adalah menjaga kearifan lokal ini harus tetap terjaga dan menyatukan gengsi masing-masing perguruan silat dengan slogan di atas lawan di bawah kawan.
Sehari pascaputusan sidang terhadap Jessica Kumala Wongso, rumah Jessica Wongso di kawasan Sunter, Jakarta Utara tampak sepi.
Menurut kuasa hukumnya, ibu Jessica Wongso, Imelda Wongso merasa terpukul atas hukuman yang dijatuhkan pada Jessica.
Saat sidang putusan dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016), tak tampak keluarga Jessica Kumala Wongso yang hadir di ruang sidang.
Sebelumnya, ibunda Jessica Wongso pernah hadir di persidangan pada 6 September 2016 lalu.